Kenapa Umat Islam Menyembah Ka’bah


ini adalah sebuah kontradiksi dimana Islam yang begitu lantang menyuarakan untuk tidak menyembah berhala, malah islamlah yang telah menyembah berhala, Batu Hitam yang ada di ka’bah menjadi saksi bisu penyembahan umat islam sedunia.

Ini adalah pernyataan dari beberapa orang di Internet entah itu dari agama manapun yang pastinya bukan dari umat islam yang harusnya menanyakan perihal sepele yang diperkarakan umat agama lain. Islam buta tidak akan menanyakan perihal ini karena menurut mereka sami’na wa atho’na (kami dengar kami taat) namun bagi yang berpikir nalar maka ada jalan lain mengetahui mengapa umat islam menyembah (Allah dengan mengarah) Ka’bah.

Sejarah Ka’bah

Rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia adalah Baitullah di Bakkah (Mekkah Sekarang)

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

Konon, (karena tiadanya dalil ayat yang memastikan) pada jaman Nabi Nuh Alaihis Salam terjadi azab Banjir Bah yang menenggelamkan umat-umat Nabi Nuh yang ingkar, jangkauan dari banjir bah ini tidak diketahui apakah universal atau lokal pada daerah tertentu mungkin saja mencapai bakkah karena Nabi Nuh saat itu berposisi di Syams (Palestina). untuk bencana banjir yang dikenal sepanjang zaman itu bukan tidak mungkin merusak Baitullah dan menyisakan pondasi dasar dari Rumah Ibadah itu.

Pada zaman Nabi Ibrahim Alaihis Salam dan Nabi Ismail Alaihis Salam (putra Nabi Ibrahim), Beliau berdua membangun kembali Bait Allah itu seperti sediakala. Pada zaman Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam, ketika awal-awal mendapatkan perintah sholat beliau senantiasa melakukan sholat menghadap 2  kiblat sekaligus Baitullah Masjidil Haram (Makkah) dan Baitul Maqdis (Palestina) dengan cara berdiri di selatan ka’bah namun ketika hijrah di Madinah Al-Munawaroh posisi untuk sholat menghadap 2 kiblat tidaklah mungkin, maka Nabi Muhammad SAW selalu menengadah ke langit dan berharap turunnya wahyu untuk perihal ini maka wahyu ini turun :

Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 144).

Sesungguhnya dengan ayat ini saja sudah cukup namun marilah kita cari sumber lain yang bisa memantapkan kita dari keraguan terhadap pernyataan “menyembah ka’bah”.

1. Islam menghendaki persatuan

Ketika kaum muslimin hendak menunaikan salat, bisa jadi ada sebagian orang yang ingin menghadap ke utara, sedangkan yang lainnya ingin menghadap ke selatan. Untuk menyatukan kaum muslimin dalam beribadah kepada Allah maka kaum muslimin di mana pun berada diperintahkan hanya menghadap ke satu arah, yaitu Ka’bah. Kaum muslimin yang tinggal di sebelah barat Ka’bah, mereka salat menghadap timur. Begitu pula yang tinggal di sebelah timur Ka’bah, mereka

menghadap barat. Dan inilah satu satunya agama yang memiliki Qiblat

2. Ka’bah adalah pusat peta dunia

Kaum muslimin adalah umat pertama yang menggambar peta dunia. Mereka

menggambar peta dengan selatan menunjuk ke atas dan utara ke bawah. Ka’bah berada di pusatnya. Kemudian, para kartografer Barat membuat peta terbalik dengan utara menghadap ke atas dan selatan ke bawah. Meski begitu, alhamdulillah, Ka’bah terletak di tengah-tengah peta. Subhanallah..!

3. Tawaf keliling Ka’bah untuk menunjukkan keesaan Allah

Ketika kaum muslimin pergi ke Masjidil Haram di Mekah, mereka melakukan tawaf atau berkeliling Ka’bah. Perbuatan ini melambangkan keimanan dan peribadahan kepada satu Tuhan. Sama persis dengan lingkaran yang hanya punya satu pusat maka hanya Allah saja yang berhak disembah.

4. Hadits Umar bin Khathab

Mengenai batu hitam, hajar aswad, Umar bin Khathab berkata, “Aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu yang tidak dapat mendatangkan mudarat maupun manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari)

Hadits ini menunjukan bahwa Ka’bah bukanlah apa apa (bukan pusat sesembahan).

5. Orang berdiri di atas Ka’bah dan mengumandangkan azan

Pada zaman Nabi, orang bahkan berdiri di atas Ka’bah dan mengumandangkan azan.

Coba kita tanyakan kepada mereka yang menuduh kaum muslimin menyembah Ka’bah; penyembah berhala mana yang berani  berdiri di atas berhala sesembahannya ? ” tentu saja tidak ada. Ini kembali menunjukkan bahwa Ka’bah bukanlah sesembahan ummat Muslim.

tapi tentu saja kita serahkan lagi kepada pemikiran kita masing-masing apakah masih tetap ragu dan beranggapan bahwa umat islam menyembah ka’bah atau sebaliknya.

Salam. Qaulam Mir Rabbir Rahiim

Salam Alaikum.

Sumber :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s